Hotel Kalah Menarik Dari “Homestay”

Saat berlibur, masalah penginapan jadi hal penting untuk dipikirkan selain destinasi wisata. Sebagian orang cenderung memilih hotel sebagai tempat menginap mereka dengan berbagai macam alasan, salah satunya masalah kenyamanan dan fasilitas.

Namun, jika Anda berlibur ke suatu daerah yang baru, memilih homestay sebagai tempat menginap bisa jadi pilihan yang tepat. Mengapa?

Selain menawarkan harga yang lebih murah, homestay memberikan pengalaman yang mungkin tidak akan bisa didapat jika menginap di hotel.

Homestay yakni tempat menginap di mana tamu menginap dengan anggota keluarga. Kalau di hotel tetap aja yang dikenal hanya nomor kamar. Kalau homestay akan ada tegur sapa, ngopi bareng, ngeteh bareng,” kata anggota World Committee on Tourism Ethics sekaligus mantan Menteri Pariwisata, I Gede Ardika, dalam rangkaian acara IMT-GT Homestay Fair 2015, di Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung.

Adanya interaksi antara pemilik rumah dan juga tamunya menurut Ardika dianggap sebagai nilai lebih yang ditawarkan homestay.

Sepakat dengan Ardika, Dosen Universitas Sahid, Rahtika Diana mengatakan menginap di homestay juga dinilai bisa menambah pengalaman serta informasi terkait kebiasaan warga lokal di daerah tersebut. Para tamu bisa belajar tentang living culture masyarakat sekitar yang tentunya akan menambah pengalaman liburan mereka.

“Kita wisata budaya, yang ingin kita dapatkan itu cara masaknya, mata pencaharian mereka apa, apa yan mereka lakukan,” jelas Rahtika.

Hal-hal kecil seperti rutinitas sehari-hari, bahasa daerah yang digunakan, serta kebiasaan adat istiadat bisa jadi pengalaman menarik bagi wisatawan. Adanya interaksi tersebut diharapkan dapat menjadi nilai tambah bagi homestay yang tidak hanya dianggap sekadar tempat menginap saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *