Tips Properti Anda Cepat Laku

Perkembangan dunia digital memaksa kelompok konvensional untuk berevolusi bila mereka ingin bertahan. Tak terkecuali dalam dunia properti.

Saat ini, masyarakat yang ingin mencari rumah, sudah tak perlu repot-repot harus mendatangi lokasi bila ingin membelinya. Cukup membuka internet dan berselancar di situs penjualan daring, mereka akan mendapatkan informasi yang diperlukan atas properti yang diinginkan.

Namun yang menjadi persoalan, tak semua informasi yang diberikan penjual atau pengembang, tepat. Persoalan itulah yang terkadang menimbulkan keraguan bagi masyarakat.

“Salah satu (penyebab) pasar tidak bekerja itu karena informasi itu asimetrik,” kata Pengamat Ekonomi dari Unika Atma Jaya Agustinus Prasetyantoko saat diskusi Rumah. Property Outlook 2018 di Jakarta.

Pada dasarnya, tugas sebuah platform digital yaitu mengurangi asimetris informasi yang ada dengan cara memberikan informasi lengkap atas barang yang hendak dijual.

Informasi itu mulai dari spesifikasi dan detail rumah seperti kamar tidur, kamar mandi, dapur, kusen, parit, hingga balkon.

Hal yang tak kalah penting yaitu kondisi di sekitar lingkungan mulai dari tetangga, jarak lokasi dengan akses transportasi terdekat, hingga fasilitas umum dan fasilitas sosial yang ada.

Penjual, kata dia, dapat menyiasati ini dengan memasang beberapa gambar atau foto pendukung yang lengkap.

Dengan demikian, calon pembeli pun akan mendapatkan informasi yang lengkap atas properti yang hendak dibeli.

“Jadi, ketika saya beli rumah tidak harus mengunjungi lokasi. Bisa disajikan gambar tiga dimensi, bisa lihat parit seperti apa tetangga seperti apa, itu bisa membuat market bekerja,” kata Agustinus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *